APRIL
MARET
FEBRURI
JANUARI
Halo teman-teman! Hari ini, Jumat, 13 Februari 2026, menjadi hari yang sangat spesial untuk kami, siswa-siswi Grade 2 SD Fransiskus 2. Kenapa? Karena kami baru saja kembali dari perjalanan field trip yang sangat seru ke Politeknik Negeri Lampung (POLINELA)!
Mau tahu bagaimana keseruan kami di sana? Yuk, simak ceritanya!
1. Semangat Berangkat!
Pagi-pagi sekali, wajah-wajah ceria sudah berkumpul di sekolah. Dengan seragam olahraga dan tas bekal yang siap, kami tidak sabar untuk segera naik bus. Perjalanan menuju POLINELA penuh dengan tawa dan nyanyian bersama teman-teman [00:00].
2. Mengenal Dunia Pertanian dan Peternakan
Sesampainya di sana, kami disambut dengan udara yang segar dan pemandangan hijau yang luas. Di POLINELA, kami belajar banyak hal yang tidak ada di dalam kelas:
3. Belajar Sambil Bermain
Bukan field trip namanya kalau tidak ada permainan. Kakak-kakak di POLINELA mengajak kami melakukan berbagai aktivitas luar ruangan yang melatih ketangkasan dan kerja sama tim. Kami berlarian, melompat, dan tertawa lepas di bawah sinar matahari [05:36].
4. Makan Siang dan Kebersamaan
Setelah lelah berkeliling, saatnya makan siang! Duduk bersama teman-teman sambil menikmati bekal dari rumah rasanya nikmat sekali. Momen ini membuat kami semakin akrab satu sama lain.
Kesimpulan: Pulang dengan Hati Senang
Waktu berjalan begitu cepat. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan [06:47]. Meskipun lelah, kami pulang dengan membawa banyak pengetahuan baru tentang alam dan tentu saja kenangan indah yang tidak akan terlupakan.
Terima kasih POLINELA dan Bapak/Ibu guru SD Fransiskus 2 yang sudah menemani petualangan kami hari ini. Sampai jumpa di field trip berikutnya!
Video selengkapnya bisa ditonton di sini: FIELDTRIP GRADE 2 - SD FRANSISKUS 2 - POLINELA
Hari itu, tanggal 4 Februari 2026, anak-anak kelas 6 SD Fransiskus 2 Rawalaut berangkat bersama-sama untuk sebuah perjalanan istimewa. Mereka tidak belajar di kelas seperti biasanya, melainkan pergi fieldtrip ke sebuah tempat yang penuh warna dan budaya: Batik Gabovira!
Awal Perjalanan 🚍
Pagi-pagi sekali, semua siswa berkumpul dengan wajah ceria. Ada yang membawa bekal, ada yang sibuk bercanda dengan teman, dan ada juga yang tak sabar ingin segera melihat apa itu batik. Setelah doa bersama, mereka naik bus dan berangkat.
Mengenal Batik 🖌️
Sesampainya di Batik Gabovira, anak-anak disambut hangat oleh para pengrajin batik. Mereka menjelaskan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya Indonesia yang penuh makna. Setiap motif batik punya cerita, seperti bunga, burung, atau bentuk alam.
Belajar Membatik 👩🎨👨🎨
Inilah bagian paling seru! Anak-anak diberi kesempatan mencoba membatik sendiri. Dengan canting berisi malam panas, mereka menggambar pola di kain putih. Ada yang membuat bunga sederhana, ada yang mencoba motif geometris. Walau tangan sempat gemetar, hasilnya tetap indah dan membanggakan.
Pelajaran Berharga 💡
Dari fieldtrip ini, anak-anak belajar bahwa membatik butuh kesabaran, ketelitian, dan kreativitas. Mereka juga jadi lebih menghargai budaya Indonesia. Banyak yang berkata, “Wah, ternyata bikin batik itu susah tapi menyenangkan!”
Penutup 🌟
Hari itu ditutup dengan foto bersama sambil memamerkan kain batik buatan masing-masing. Semua pulang dengan hati gembira, membawa pengalaman baru yang tak terlupakan.
Yuk, Ikutan Seru-seruan! 🎉
🧠 Tantangan Kreatif:
Coba kamu gambar motif batik sederhana di kertasmu! Bisa bentuk bunga, awan, atau hewan favoritmu. Jangan lupa beri warna ya!
📚 Fakta Seru:
Tahukah kamu? Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2009!
💬 Pertanyaan Buat Kamu:
Kalau kamu ikut fieldtrip seperti ini, motif batik apa yang ingin kamu buat? Ceritakan ke temanmu atau tulis di buku harianmu!
---.
Pada tanggal 26 Januari 2025, siswa-siswi Kelas 5 SD Fransiskus 2 melakukan perjalanan edukasi yang sangat berkesan. Kali ini, tujuan kami adalah Erri Art Gerabah, sebuah tempat di mana kreativitas bertemu dengan tradisi pembuatan kerajinan tangan dari tanah liat.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi menjadi wadah bagi siswa untuk belajar tentang seni rupa terapan dan melatih ketelatenan serta konsentrasi.
1. Mengenal Media Tanah Liat
Setibanya di Erri Art, para siswa langsung disambut dengan suasana bengkel seni yang kental dengan nuansa tradisional. Di sini, mereka diperkenalkan dengan bahan dasar pembuatan gerabah, yaitu tanah liat, dan bagaimana teksturnya harus diolah agar siap dibentuk.
2. Praktik Membuat Gerabah dengan Teknik Putar
Momen paling seru adalah saat setiap siswa mencoba menggunakan alat putar tradisional. Dengan tangan yang mulai kotor terkena tanah, mereka belajar mengoordinasikan gerakan tangan untuk membentuk gumpalan tanah menjadi berbagai bentuk menarik, seperti vas bunga, mangkuk, atau gelas [05:05]. Di bawah bimbingan para pengrajin ahli, anak-anak belajar bahwa membuat sebuah karya membutuhkan kesabaran dan kelembutan sentuhan [05:16].
3. Melatih Motorik dan Kreativitas
Melalui kegiatan ini, siswa-siswi tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga pengalaman sensorik yang berharga. Mereka merasakan langsung bagaimana sebuah benda yang berguna bisa tercipta dari bahan yang sederhana melalui proses yang panjang. Fokus dan kegembiraan terlihat jelas di wajah setiap siswa saat melihat tanah di hadapan mereka mulai berubah bentuk [05:21].
4. Penutup: Pengalaman yang Tak Terlupakan
Kegiatan field trip ke Erri Art Gerabah ini ditutup dengan perasaan bangga karena setiap anak berkesempatan mengeksplorasi sisi seni dalam diri mereka. Terima kasih Erri Art atas ilmu dan pengalamannya, serta para guru yang telah mendampingi siswa kelas 5 dalam petualangan seni ini!
Tonton Keseruan Kami di Sini: Field Trip Kelas 5 - Erri Art Gerabah
Infografis “Tepuk SAPU – Bersih, Sehat, Bahagia!” sudah siap dan tampil lengkap dengan ilustrasi langkah-langkah, serta desain yang ceria dan profesional 🎉
🖼️ Klik atau buka gambar di atas untuk melihat versi infografis yang sudah diperbaiki.
Di dalamnya kamu akan temukan:
✅ Tujuan: mencairkan suasana, peregangan ringan, menumbuhkan semangat
🧩 6 langkah gerakan: tepuk awal, sapu kanan, sapu kiri, sapu depan, sapu hati, penutup
🎯 Tips pemimpin icebreaking: tempo cepat untuk anak-anak, tempo santai untuk orang tua, bisa duduk atau berdiri
🎨 Desain cerah dan ramah: cocok untuk anak-anak dan orang tua, dengan gaya flat design dan warna segar
“Ice breaking” berasal dari bahasa Inggris: ice (es) dan breaking (memecah).
Awalnya digunakan secara harfiah untuk kapal pemecah es (icebreaker ships) yang membuka jalur di lautan beku agar kapal lain bisa lewat.
Dalam konteks sosial, istilah ini diadaptasi untuk menggambarkan usaha mencairkan suasana yang dingin, kaku, atau canggung antar peserta kegiatan.
Saat orang berkumpul pertama kali—di kelas, pelatihan, seminar, atau komunitas—sering muncul rasa canggung, malu, atau kaku.
Suasana ini diibaratkan seperti lapisan es yang membatasi interaksi.
Maka, dibutuhkan “pemecah es” berupa aktivitas ringan, lucu, atau gerak tubuh agar suasana menjadi hangat dan cair.
Di kutub utara, kapal pemecah es membuka jalan di lautan beku.
Di ruang kelas atau komunitas, ice breaking membuka jalan bagi komunikasi, tawa, dan kerja sama.
Aktivitas ini bisa berupa tepuk tangan, permainan ringan, gerakan tubuh, atau pertanyaan lucu.
Ice breaking kini menjadi bagian rutin dalam acara-acara:
Masa orientasi siswa
Pelatihan guru
Seminar komunitas
Pertemuan keluarga
Tujuannya:
Menyegarkan pikiran
Meningkatkan fokus dan semangat
Membangun koneksi antar peserta
Karena seperti kapal pemecah es, aktivitas ini membuka jalan bagi hubungan sosial yang lebih hangat dan produktif. Nama ini bukan sekadar istilah, tapi simbol dari transisi emosi—dari beku ke hangat, dari asing ke akrab.
Jangan lupa baca cerita tentang "Kapal Pemecah Es"
Begitu juga saat kamu berusaha mengukir prestasi. Nggak langsung jadi juara, nggak langsung paham semua pelajaran. Tapi kalau kamu tekun, berani mencoba, dan nggak takut gagal—lama-lama kamu bisa bikin karya yang bikin semua orang kagum.
Membatik dan mengukir prestasi itu sama-sama butuh:
Kesabaran: karena hasil keren nggak datang dalam sehari
Ketekunan: karena tiap hari kamu belajar sedikit demi sedikit
Kreativitas: karena kamu punya cara unik untuk menyelesaikan tantangan
Jadi, yuk mulai membatik mimpi kamu dari sekarang. Ukir masa depanmu dengan semangat dan keberanian. Siapa tahu, suatu hari nanti, karya kamu bisa jadi inspirasi buat banyak orang!
Hai teman-teman! Kalian tahu tidak, ada seorang pahlawan super hebat yang namanya Santo Georgius? Ia bukan pahlawan biasa, tapi seorang ksatria yang sangat gagah berani!
Santo Georgius ini paling terkenal karena digambarkan sebagai ksatria tampan yang sedang bertarung melawan seekor naga menyeramkan! Ia melawan naga itu untuk menyelamatkan seorang putri raja. Keren, kan? Ia adalah pahlawan pembela kebaikan!
Sebelum jadi Santo, Georgius adalah seorang perwira atau tentara yang sangat pintar dan jago perang! Ia sangat disukai oleh Kaisar.
Tapi, Georgius punya satu rahasia: Ia adalah pengikut Kristus (seorang Kristen).
Suatu hari, Kaisar tahu tentang rahasia itu dan menyuruh Georgius untuk berhenti menjadi orang Kristen. Kaisar bilang, kalau tidak mau, Georgius akan dihukum.
Coba tebak apa yang dilakukan Georgius?
Dengan gagah berani, Georgius memilih untuk tetap setia pada imannya! Ia bahkan berani melepaskan jabatannya sebagai perwira dan bilang kalau perbuatan Kaisar yang jahat itu tidak benar!
Kaisar jadi marah sekali, tapi Georgius tetap teguh dan berani sampai akhir.
Karena keberaniannya yang luar biasa ini, banyak orang terinspirasi dan semangat mereka jadi ikut menyala!
Karena ia sangat hebat dan berani, Santo Georgius diangkat menjadi Santo Pelindung untuk banyak tempat, seperti negara Inggris. Bahkan, ada satu negara di Eropa yang diberi nama dari namanya, lho!
Ia adalah contoh pahlawan yang mengajarkan kita untuk selalu berani dan setia pada kebaikan, seperti seorang ksatria sejati!
Tonton video lengkapnya di sini:
Anak-anak yang hebat dan penuh semangat, Tahukah kalian? Indonesia kita tercinta adalah negeri yang penuh warna dan cerita. Dari Sabang sampai Merauke, orang-orang Indonesia telah menciptakan banyak karya seni yang luar biasa—sebagai tanda cinta dan bangga terhadap tanah air.
Ada lagu-lagu yang membuat hati bergetar, seperti “Tanah Airku” atau “Indonesia Pusaka”—yang dinyanyikan dengan penuh rasa. Ada tarian seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Sumatera Barat, dan Tari Kecak dari Bali—yang geraknya bercerita tentang keberanian, kebersamaan, dan keindahan budaya.
Di berbagai daerah, kita juga bisa melihat rumah-rumah adat yang unik, batik yang penuh motif indah, ukiran kayu, lukisan, dan pertunjukan wayang yang sudah ada sejak zaman dahulu. Semua itu adalah cara orang Indonesia menunjukkan siapa mereka, dan betapa mereka mencintai negeri ini.
Hari ini, kita akan mempersembahkan sebuah sajian musik dari sekolah kita sendiri. Walau sederhana, lagu ini adalah bentuk cinta kita kepada Indonesia. Lewat suara, gerak, dan semangat, kita ikut merawat warisan budaya dan menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia juga bisa berkarya!
Mari kita simak juga boleh ikut nyanyi dengan hati yang bangga, seperti Matthew dan Gendis tampilkan dengan senyum yang cerah, dan semangat yang membara. Karena setiap nada yang mengalir, setiap lirik yang terucap, adalah pelangi kecil untuk Indonesia yang besar.
Di SD Fransiskus 2, Hari Pramuka bukan cuma tentang memakai seragam cokelat dan topi rimba. Kami merayakannya dengan lomba-lomba seru yang bikin semua anak dari kelas 1 sampai 6 ikut bergerak, tertawa, dan belajar kerja sama!
Ada berbagai lomba estafet dan permainan tradisional yang bikin suasana jadi meriah. Anak-anak saling menyemangati, guru-guru ikut mendukung, dan semua wajah penuh senyum. Di balik lomba, kami belajar tentang semangat gotong royong, keberanian, dan cinta tanah air.
Hari itu bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang kebersamaan dan rasa bangga jadi bagian dari Pramuka Indonesia. Kami juga menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan dan menghias sekolah dengan warna merah putih. Rasanya seperti satu keluarga besar yang merayakan Indonesia dengan hati yang gembira. Ini sekaligus merangkai kegembiraan kami dalam HUT RI yang ke 80,
Senam Bersama: Gerak Seru yang Bikin Tubuh dan Hati Bahagia!
Hai teman-teman! Kalian tahu nggak, senam bareng di sekolah itu bukan cuma seru, tapi juga penuh manfaat yang luar biasa! Yuk, bayangkan kita semua di lapangan—pakai baju olahraga, musik ceria menyala, lalu kita mulai bergerak: melompat, berputar, menari!
💡 Kenapa senam itu keren banget?
🫀 Sehatkan Tubuh: Jantung kita jadi kuat, napas jadi panjang, dan badan jadi lentur kayak karet gelang!
🧠 Bangkitkan Semangat: Gerakan senam bikin otak kita segar, jadi makin semangat belajar dan nggak cepat ngantuk.
😄 Bahagia Bersama: Tertawa bareng, saling menyemangati—jadi makin akrab dengan teman-teman.
🎵 Melatih Ritme dan Konsentrasi: Ikut gerakan sesuai irama musik? Asyik banget, sambil latihan fokus juga lho.
🌈 Belajar Kerjasama: Kita bergerak bersama-sama, belajar mengikuti aturan dan saling menghargai.
Bayangkan kalau senam itu seperti petualangan ajaib: tubuh bergerak seperti superhero, hati kita ceria seperti pelangi, dan seluruh sekolah penuh energi positif!
Jadi, kalau hari Jumat ada senam bareng, ayo ikut dengan gembira. Karena saat kita bergerak bersama, kita bukan cuma sehat—kita juga belajar jadi anak hebat! 💪🌟
Apakah kalian sudah tidak sabar menunggu besok? Tapi jangan lupa ditonton ya teman-teman!
Di suatu pagi yang cerah, angin berbisik lembut... (lanjutkan isi artikelnya di sini) >>>
Ada apa ya, kok anak-anak ke kampus? Anak-anak kelas 3 itu melakukan kunjungan lapangan yang sangat menyenangkan ke Kampus Itera (Institut Teknologi Sumatera)!
Mereka naik angkot Pahoman yang dicarter khusus untuk mereka, dan selama perjalanan, mereka pasti sangat bersemangat untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.
Di kampus Itera, mereka belajar tentang tanaman, tata surya, dan mencoba teropong untuk melihat lebih dekat ke langit. Mereka juga melakukan kegiatan lainnya yang pasti sangat menarik dan edukatif.
Kunjungan lapangan seperti ini sangat penting untuk anak-anak, karena mereka dapat belajar secara langsung dan mengeksplorasi hal-hal baru dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, kunjungan ini juga dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka tentang sains, teknologi, dan lingkungan sekitar.
Hai! Kamu tahu nggak, kalau menari itu ternyata sangat menyenangkan dan bermanfaat?
Mungkin kalian bertanya-tanya, mengapa kegiatan ekstrakurikuler menari selalu ada di sekolah kita Fransipa (Fransiskus Pahoman) , sejak masih SD Xavepa (Xaverius Pahoman) atau sejak zaman mama-papa kita hingga sekarang? Jawabannya sederhana, tetapi sangat menarik! Menari bukan hanya sekadar hiburan; ia adalah cara yang luar biasa untuk melatih tubuh, otak, dan mental kita. Melalui gerakan-gerakan yang penuh dengan koordinasi antara pikiran, perasaan, dan tubuh, menari menjadi salah satu latihan terbaik yang bisa kita pilih. Yuk, kita pelajari lebih lanjut tentang keajaiban menari dan mengapa kegiatan ini selalu bertahan di setiap generasi!
Pertama-tama, coba bayangkan ini: ada banyak jenis tarian di seluruh dunia. Ada tarian tradisional seperti Tari Saman dari Aceh, atau tarian modern seperti hip-hop. Setiap tarian punya cerita dan gerakan yang unik!
Mengapa Menari itu Hebat?
Latihan Fisik: Menari itu seperti olahraga, tapi lebih seru! Kamu bisa bergerak dan melompat, sehingga tubuhmu menjadi lebih kuat dan sehat.
Latihan Otak: Menghafal gerakan tari juga bagus untuk otakmu. Itu seperti bermain puzzle, tapi dengan tubuhmu!
Latihan Mental: Menari membuatmu merasa lebih bahagia dan percaya diri. Kamu juga bisa mengekspresikan perasaanmu melalui tarian.
Koordinasi: Menari membutuhkan kerjasama antara pikiran, perasaan, dan badanmu. Ini melatihmu untuk bisa mengendalikan diri dengan lebih baik.
Ayo Tetap Semangat!
Coba Jenis Tarian yang Berbeda: Kalau merasa bosan, coba belajar tarian baru. Kamu bisa menemukan banyak gaya yang menyenangkan.
Ajak Teman: Menari bersama teman-teman akan membuat pengalamanmu lebih seru. Kamu bisa saling mendukung dan belajar bersama.
Jangan Takut Gagal: Jangan khawatir kalau gerakanmu belum sempurna. Yang penting adalah kamu terus mencoba dan menikmati prosesnya.