Beranda

Field Trip Kelas 5 SD Fransiskus 2 ke Erri Art Gerabah

"Tangan Kotor, Hati Senang: Saat Kelas 5 Belajar Seni Gerabah"

​Pada tanggal 26 Januari 2025, siswa-siswi Kelas 5 SD Fransiskus 2 melakukan perjalanan edukasi yang sangat berkesan. Kali ini, tujuan kami adalah Erri Art Gerabah, sebuah tempat di mana kreativitas bertemu dengan tradisi pembuatan kerajinan tangan dari tanah liat.

​Kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi menjadi wadah bagi siswa untuk belajar tentang seni rupa terapan dan melatih ketelatenan serta konsentrasi.

1. Mengenal Media Tanah Liat

Setibanya di Erri Art, para siswa langsung disambut dengan suasana bengkel seni yang kental dengan nuansa tradisional. Di sini, mereka diperkenalkan dengan bahan dasar pembuatan gerabah, yaitu tanah liat, dan bagaimana teksturnya harus diolah agar siap dibentuk.

2. Praktik Membuat Gerabah dengan Teknik Putar

Momen paling seru adalah saat setiap siswa mencoba menggunakan alat putar tradisional. Dengan tangan yang mulai kotor terkena tanah, mereka belajar mengoordinasikan gerakan tangan untuk membentuk gumpalan tanah menjadi berbagai bentuk menarik, seperti vas bunga, mangkuk, atau gelas [05:05]. Di bawah bimbingan para pengrajin ahli, anak-anak belajar bahwa membuat sebuah karya membutuhkan kesabaran dan kelembutan sentuhan [05:16].

3. Melatih Motorik dan Kreativitas

Melalui kegiatan ini, siswa-siswi tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga pengalaman sensorik yang berharga. Mereka merasakan langsung bagaimana sebuah benda yang berguna bisa tercipta dari bahan yang sederhana melalui proses yang panjang. Fokus dan kegembiraan terlihat jelas di wajah setiap siswa saat melihat tanah di hadapan mereka mulai berubah bentuk [05:21].

4. Penutup: Pengalaman yang Tak Terlupakan

Kegiatan field trip ke Erri Art Gerabah ini ditutup dengan perasaan bangga karena setiap anak berkesempatan mengeksplorasi sisi seni dalam diri mereka. Terima kasih Erri Art atas ilmu dan pengalamannya, serta para guru yang telah mendampingi siswa kelas 5 dalam petualangan seni ini!

Tonton Keseruan Kami di Sini: Field Trip Kelas 5 - Erri Art Gerabah



 


Why Ice ? Art for Magical Lights

Kisah es dari ice breaking, hingga kutub utara, dan perayaan rutin.
Mengapa orang memberi nama ice breaking, pasti ada alasannya. mari kita cobatepuk berikut ini yang dapat kita jadikan ice-breaking pada acara-acara kita:




Infografis “Tepuk SAPU – Bersih, Sehat, Bahagia!” sudah siap dan tampil lengkap dengan  ilustrasi langkah-langkah, serta desain yang ceria dan profesional 🎉

đŸ–ŧ️ Klik atau buka gambar di atas untuk melihat versi infografis yang sudah diperbaiki.

Di dalamnya kamu akan temukan:

  • Tujuan: mencairkan suasana, peregangan ringan, menumbuhkan semangat

  • 🧩 6 langkah gerakan: tepuk awal, sapu kanan, sapu kiri, sapu depan, sapu hati, penutup

  • đŸŽ¯ Tips pemimpin icebreaking: tempo cepat untuk anak-anak, tempo santai untuk orang tua, bisa duduk atau berdiri

  • 🎨 Desain cerah dan ramah: cocok untuk anak-anak dan orang tua, dengan gaya flat design dan warna segar




Istilah “ice breaking” berasal dari metafora memecahkan es—yakni suasana kaku atau dingin antar orang—agar menjadi hangat, akrab, dan penuh semangat. Nama ini punya akar sejarah dan makna psikologis yang dalam.

❄️ Dari Bongkahan Es ke Kehangatan Sosial

🔹 Asal Usul Istilah

  • “Ice breaking” berasal dari bahasa Inggris: ice (es) dan breaking (memecah).

  • Awalnya digunakan secara harfiah untuk kapal pemecah es (icebreaker ships) yang membuka jalur di lautan beku agar kapal lain bisa lewat.

  • Dalam konteks sosial, istilah ini diadaptasi untuk menggambarkan usaha mencairkan suasana yang dingin, kaku, atau canggung antar peserta kegiatan.

🧊 Es Sosial: Dingin, Kaku, Tak Nyaman

  • Saat orang berkumpul pertama kali—di kelas, pelatihan, seminar, atau komunitas—sering muncul rasa canggung, malu, atau kaku.

  • Suasana ini diibaratkan seperti lapisan es yang membatasi interaksi.

  • Maka, dibutuhkan “pemecah es” berupa aktivitas ringan, lucu, atau gerak tubuh agar suasana menjadi hangat dan cair.

🎉 Dari Kutub Utara ke Ruang Kelas

  • Di kutub utara, kapal pemecah es membuka jalan di lautan beku.

  • Di ruang kelas atau komunitas, ice breaking membuka jalan bagi komunikasi, tawa, dan kerja sama.

  • Aktivitas ini bisa berupa tepuk tangan, permainan ringan, gerakan tubuh, atau pertanyaan lucu.

đŸĒŠ Perayaan Rutin yang Menyehatkan

  • Ice breaking kini menjadi bagian rutin dalam acara-acara:

    • Masa orientasi siswa

    • Pelatihan guru

    • Seminar komunitas

    • Pertemuan keluarga

  • Tujuannya:

    • Menyegarkan pikiran

    • Meningkatkan fokus dan semangat

    • Membangun koneksi antar peserta

🌟 Mengapa Dinamai “Ice Breaking”?

Karena seperti kapal pemecah es, aktivitas ini membuka jalan bagi hubungan sosial yang lebih hangat dan produktif. Nama ini bukan sekadar istilah, tapi simbol dari transisi emosi—dari beku ke hangat, dari asing ke akrab.


Jangan lupa baca cerita tentang "Kapal Pemecah Es"

🎨 “Membatik Mimpi, Mengukir Masa Depan!”


 Bayangkan kamu sedang membatik. Setiap goresan malam di atas kain itu seperti langkah kecil menuju cita-cita. Kadang miring, kadang belepotan, tapi kalau sabar dan terus mencoba, hasilnya bisa jadi luar biasa!

Begitu juga saat kamu berusaha mengukir prestasi. Nggak langsung jadi juara, nggak langsung paham semua pelajaran. Tapi kalau kamu tekun, berani mencoba, dan nggak takut gagal—lama-lama kamu bisa bikin karya yang bikin semua orang kagum.

Membatik dan mengukir prestasi itu sama-sama butuh:

  • Kesabaran: karena hasil keren nggak datang dalam sehari

  • Ketekunan: karena tiap hari kamu belajar sedikit demi sedikit

  • Kreativitas: karena kamu punya cara unik untuk menyelesaikan tantangan

Jadi, yuk mulai membatik mimpi kamu dari sekarang. Ukir masa depanmu dengan semangat dan keberanian. Siapa tahu, suatu hari nanti, karya kamu bisa jadi inspirasi buat banyak orang!








Kisah Pahlawan Super Ksatria: Santo Georgius!





Hai teman-teman! Kalian tahu tidak, ada seorang pahlawan super hebat yang namanya Santo Georgius? Ia bukan pahlawan biasa, tapi seorang ksatria yang sangat gagah berani!

Sang Ksatria dan Naga Ajaib

Santo Georgius ini paling terkenal karena digambarkan sebagai ksatria tampan yang sedang bertarung melawan seekor naga menyeramkan! Ia melawan naga itu untuk menyelamatkan seorang putri raja. Keren, kan? Ia adalah pahlawan pembela kebaikan!

Perwira Pemberani

Sebelum jadi Santo, Georgius adalah seorang perwira atau tentara yang sangat pintar dan jago perang! Ia sangat disukai oleh Kaisar.

Tapi, Georgius punya satu rahasia: Ia adalah pengikut Kristus (seorang Kristen).

Suatu hari, Kaisar tahu tentang rahasia itu dan menyuruh Georgius untuk berhenti menjadi orang Kristen. Kaisar bilang, kalau tidak mau, Georgius akan dihukum.

Pilihan yang Paling Hebat!

Coba tebak apa yang dilakukan Georgius?

Dengan gagah berani, Georgius memilih untuk tetap setia pada imannya! Ia bahkan berani melepaskan jabatannya sebagai perwira dan bilang kalau perbuatan Kaisar yang jahat itu tidak benar!

Kaisar jadi marah sekali, tapi Georgius tetap teguh dan berani sampai akhir.

Karena keberaniannya yang luar biasa ini, banyak orang terinspirasi dan semangat mereka jadi ikut menyala!

Menjadi Pelindung Dunia

Karena ia sangat hebat dan berani, Santo Georgius diangkat menjadi Santo Pelindung untuk banyak tempat, seperti negara Inggris. Bahkan, ada satu negara di Eropa yang diberi nama dari namanya, lho!

Ia adalah contoh pahlawan yang mengajarkan kita untuk selalu berani dan setia pada kebaikan, seperti seorang ksatria sejati!

Tonton video lengkapnya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=F1mx-mPC6XA




"Indonesia, Negeri Yang Kaya Raya"



Anak-anak yang hebat dan penuh semangat, Tahukah kalian? Indonesia kita tercinta adalah negeri yang penuh warna dan cerita. Dari Sabang sampai Merauke, orang-orang Indonesia telah menciptakan banyak karya seni yang luar biasa—sebagai tanda cinta dan bangga terhadap tanah air.

Ada lagu-lagu yang membuat hati bergetar, seperti “Tanah Airku” atau “Indonesia Pusaka”—yang dinyanyikan dengan penuh rasa. Ada tarian seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Piring dari Sumatera Barat, dan Tari Kecak dari Bali—yang geraknya bercerita tentang keberanian, kebersamaan, dan keindahan budaya.

Di berbagai daerah, kita juga bisa melihat rumah-rumah adat yang unik, batik yang penuh motif indah, ukiran kayu, lukisan, dan pertunjukan wayang yang sudah ada sejak zaman dahulu. Semua itu adalah cara orang Indonesia menunjukkan siapa mereka, dan betapa mereka mencintai negeri ini.

Hari ini, kita akan mempersembahkan sebuah sajian musik dari sekolah kita sendiri. Walau sederhana, lagu ini adalah bentuk cinta kita kepada Indonesia. Lewat suara, gerak, dan semangat, kita ikut merawat warisan budaya dan menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia juga bisa berkarya!

Mari kita simak juga boleh ikut nyanyi dengan hati yang bangga, seperti Matthew dan Gendis tampilkan dengan senyum yang cerah, dan semangat yang membara. Karena setiap nada yang mengalir, setiap lirik yang terucap, adalah pelangi kecil untuk Indonesia yang besar.





Semangat Pramuka, Semangat Merdeka!


Di SD Fransiskus 2, Hari Pramuka bukan cuma tentang memakai seragam cokelat dan topi rimba. Kami merayakannya dengan lomba-lomba seru yang bikin semua anak dari kelas 1 sampai 6 ikut bergerak, tertawa, dan belajar kerja sama!

Ada berbagai lomba estafet dan permainan tradisional yang bikin suasana jadi meriah. Anak-anak saling menyemangati, guru-guru ikut mendukung, dan semua wajah penuh senyum. Di balik lomba, kami belajar tentang semangat gotong royong, keberanian, dan cinta tanah air.

Hari itu bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang kebersamaan dan rasa bangga jadi bagian dari Pramuka Indonesia. Kami juga menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan dan menghias sekolah dengan warna merah putih. Rasanya seperti satu keluarga besar yang merayakan Indonesia dengan hati yang gembira. Ini sekaligus merangkai kegembiraan kami dalam HUT RI yang ke 80,