Hari itu, tanggal 4 Februari 2026, anak-anak kelas 6 SD Fransiskus 2 Rawalaut berangkat bersama-sama untuk sebuah perjalanan istimewa. Mereka tidak belajar di kelas seperti biasanya, melainkan pergi fieldtrip ke sebuah tempat yang penuh warna dan budaya: Batik Gabovira!
Awal Perjalanan đ
Pagi-pagi sekali, semua siswa berkumpul dengan wajah ceria. Ada yang membawa bekal, ada yang sibuk bercanda dengan teman, dan ada juga yang tak sabar ingin segera melihat apa itu batik. Setelah doa bersama, mereka naik bus dan berangkat.
Mengenal Batik đ️
Sesampainya di Batik Gabovira, anak-anak disambut hangat oleh para pengrajin batik. Mereka menjelaskan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya Indonesia yang penuh makna. Setiap motif batik punya cerita, seperti bunga, burung, atau bentuk alam.
Belajar Membatik đŠđ¨đ¨đ¨
Inilah bagian paling seru! Anak-anak diberi kesempatan mencoba membatik sendiri. Dengan canting berisi malam panas, mereka menggambar pola di kain putih. Ada yang membuat bunga sederhana, ada yang mencoba motif geometris. Walau tangan sempat gemetar, hasilnya tetap indah dan membanggakan.
Pelajaran Berharga đĄ
Dari fieldtrip ini, anak-anak belajar bahwa membatik butuh kesabaran, ketelitian, dan kreativitas. Mereka juga jadi lebih menghargai budaya Indonesia. Banyak yang berkata, “Wah, ternyata bikin batik itu susah tapi menyenangkan!”
Penutup đ
Hari itu ditutup dengan foto bersama sambil memamerkan kain batik buatan masing-masing. Semua pulang dengan hati gembira, membawa pengalaman baru yang tak terlupakan.
Yuk, Ikutan Seru-seruan! đ
đ§ Tantangan Kreatif:
Coba kamu gambar motif batik sederhana di kertasmu! Bisa bentuk bunga, awan, atau hewan favoritmu. Jangan lupa beri warna ya!
đ Fakta Seru:
Tahukah kamu? Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2009!
đŦ Pertanyaan Buat Kamu:
Kalau kamu ikut fieldtrip seperti ini, motif batik apa yang ingin kamu buat? Ceritakan ke temanmu atau tulis di buku harianmu!
---.





