Beranda

MPLS Ramah 2026

MPLS RAMAH 2026 SD Fransiskus 2

🌱 MPLS RAMAH 2026 di SD Fransiskus 2 Rawalaut

Memasuki tahun pelajaran baru 2026/2027, SD Fransiskus 2 Rawalaut menyelenggarakan MPLS RAMAH selama 5 hari penuh. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak mengenal lingkungan sekolah, beradaptasi dengan suasana belajar, serta menumbuhkan semangat kebersamaan sejak hari pertama.

Hari demi hari, kegiatan MPLS diisi dengan aktivitas yang menyenangkan: permainan edukatif, pengenalan guru dan teman baru, latihan disiplin, serta penampilan seni dan olahraga. Anak-anak diajak bergerak, bernyanyi, dan berkreasi bersama, sehingga suasana sekolah terasa hidup meski baru saja dimulai tahun ajaran.

Pada hari kelima, suasana semakin meriah. Anak-anak tampil penuh percaya diri dengan gerakan, nyanyian, dan sorakan yang menggema di aula sekolah. Guru dan orang tua ikut mendukung, menciptakan atmosfer hangat yang membuat anak-anak merasa diterima dan siap belajar. Senyum ceria, tepuk tangan meriah, dan semangat yang terpancar menjadi bukti bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan, melainkan pengalaman berharga yang membentuk karakter.

Penutupan MPLS ditandai dengan doa syukur dan makan bersama antara anak-anak, guru, dan orang tua. Momen sederhana ini menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan, bahwa sekolah adalah rumah kedua tempat anak-anak bertumbuh dalam kasih dan semangat belajar.

🎥 Dokumentasi Video Hari Kelima

Saksikan video di atas untuk merasakan kembali semangat anak-anak dalam MPLS RAMAH 2026. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menapaki perjalanan belajar sepanjang tahun pelajaran baru.

MPLS

MPLS Hari I (Pertama)

MPLS Hari II (Kedua)

MPLS Hari III (Ketiga)

MPLS Hari IV (Keempat)



MPLS  Hari V (Kelima)

Bangga! 3 Siswa SD Fransiskus Pahoman Melaju ke Ajang Nasional Dancow Indonesia Cerdas Season 2

 


Halo teman-teman!

Ada kabar membanggakan dari sekolah kita ❤️

Tiga teman kita dari SD Fransiskus Pahoman Lampung berhasil melaju ke ajang kompetisi pendidikan tingkat nasional Dancow Indonesia Cerdas Season 2. Ini bukan hanya prestasi mereka, tapi juga kebanggaan kita bersama sebagai keluarga besar SD Fransiskus Pahoman.

Di balik senyum dan bunga yang mereka pegang, ada cerita tentang latihan, doa, semangat, dan perjuangan keras yang tidak mudah. Mereka sudah membawa nama baik sekolah, Lampung, bahkan Indonesia. Sekarang giliran kita untuk mendukung mereka sampai garis akhir!

Mengapa Kita Harus Saling Mendukung? Karena teman yang berjuang di tingkat nasional adalah cerminan kita semua. Prestasi mereka adalah prestasi sekolah kita. Nama baik mereka adalah nama baik kita.

Dengan mendukung, kita menunjukkan bahwa SD Fransiskus Pahoman adalah sekolah yang solid, saling menguatkan, dan CAKAP: Cerdas, Unggul, dan Berkarakter.

Ayo Dukung Jadi "SEKOLAH TERFAVORIT" Dukungan kita sangat berarti untuk mengantarkan mereka dan sekolah kita meraih gelar Sekolah Terfavorit Dancow Indonesia Cerdas Season 2.

Cara Memberikan Dukungan:

Akses: www.akudankau.co.id/indonesia-cerdas atau scan QR Code pada poster Klik: "Beri Dukungan" Cari: Ketik "SD Fransiskus Pahoman" Kirim: Selesai! Catatan: 1 hari bisa dukung 2 kali ya Jangan Lupa Saksikan Juga! Tayangan Dancow Indonesia Cerdas Season 2 Setiap Sabtu & Minggu | Pukul 14.30 - 15.00 WIB Di INDOSIAR, Vidio, dan YouTube

Mari kita buktikan bahwa dukungan dan doa terbaik kita mampu mengantarkan teman-teman kita meraih prestasi tertinggi.

BERSAMA KITA BISA! Mari dukung SD Fransiskus Pahoman Lampung mengharumkan nama sekolah, Lampung, dan Indonesia!

Terima kasih atas dukungan dan doa terbaiknya 🙏 #SDFransiskusPahoman #DancowIndonesiaCerdas #SekolahTerfavorit #BanggaFransiskus #BersamaKitaBisa

Kenangan Terindah di penghujung SDku

 

Wah, akhirnya tiba juga hari yang ditunggu-tunggu! Hari kelulusan kelas 6. Semua teman datang dengan wajah ceria, ada yang senyum lebar, ada juga yang masih deg-degan. Rasanya campur aduk: senang, bangga, tapi juga sedikit sedih karena sebentar lagi harus berpisah.

Saat pengumuman dibacakan, suasana jadi heboh. Nama-nama dipanggil satu per satu, dan semua anak tersenyum lega. Enam tahun belajar, bermain, dan berjuang bersama akhirnya terbayar. Kita semua berhasil lulus! Horeee! 🎊

Setelah itu, guru-guru memberi pesan. Katanya, jangan pernah berhenti belajar, tetap rendah hati, dan selalu jadi anak baik di mana pun berada. Pesan sederhana, tapi terasa dalam banget. Seperti bekal yang akan kita bawa ke SMP nanti.

Lalu ada momen mengenang masa-masa di sekolah. Dari lomba, belajar kelompok, sampai cerita lucu di kelas. Semua kenangan itu bikin kita sadar, sekolah bukan cuma tempat belajar, tapi juga rumah kedua yang penuh tawa dan persahabatan.

Kita pun menyanyikan lagu perpisahan. Ada yang matanya berkaca-kaca, ada yang tertawa sambil melambaikan tangan. Rasanya hangat sekali. Walau sedih berpisah, kita tahu ini bukan akhir, tapi awal perjalanan baru.

Acara ditutup dengan doa dan harapan. Kita berjanji akan membawa semangat Fransiskus ke jenjang berikutnya. Dengan hati gembira, kita melangkah ke masa depan, sambil tetap mengingat sekolah yang sudah jadi bagian dari hidup kita.

Tiada kata-kata lengkap yang bisa menggambarkan suasana yang penuh kenangan itu !
Video Pelepasan, perpisahan dan serah terima  di bawah ini :



“Kita memang berpisah dari kelas, tapi tidak pernah berpisah dari kenangan. Selamat jalan, sahabat kelas 6 — masa depan menunggu kita dengan senyum lebar.”

Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Kita sudah melewati enam tahun penuh cerita, tawa, dan perjuangan. Semua kenangan di SD Fransiskus 2 akan selalu jadi bagian dari diri kita, seperti cahaya kecil yang terus menyala di hati.

Saat melangkah ke jenjang berikutnya, mari kita bawa semangat belajar, persahabatan, dan nilai-nilai baik yang sudah ditanamkan guru-guru. Jangan takut menghadapi tantangan, karena kita sudah terbiasa berjuang bersama. Ingat, setiap langkah kecil hari ini akan menjadi pijakan besar untuk masa depan.
Selamat jalan, sahabat kelas 6! Teruslah bermimpi, berusaha, dan percaya pada diri sendiri. Dunia menunggu senyum dan karya kita. Dan meski kita berpisah dari kelas, kita tidak pernah berpisah dari kenangan indah yang akan selalu mengikat kita sebagai satu keluarga Fransiskus.

 

Transformasi Karakter Peserta Didik

Sebuah Catatan Guru

"Bagaimana karakter anak dibentuk di ruang kelas?" Pertanyaan ini menjadi titik awal refleksi saya sebagai guru. Dalam catatan ini, saya ingin berbagi pengamatan, tantangan, dan strategi sederhana yang dapat membantu peserta didik tumbuh tidak hanya dalam pengetahuan, tetapi juga dalam nilai dan sikap.

“Saya tidak mengenali anak saya lagi!” ucap seorang ibu saat pembagian rapor. Saya tertegun, bertanya-tanya apa maksudnya.

Ibu itu melanjutkan, “Biasanya anak saya cuek dengan rapor, tapi hari ini ia memaksa saya segera berangkat untuk mengambilnya.”

Saya sempat bingung, lalu meminta penjelasan. Dengan senyum, sang ibu mulai bercerita panjang tentang perubahan anaknya.

Syukurlah, perubahan itu ke arah yang lebih baik. Ia kini bersemangat berangkat sekolah, mandiri menyiapkan buku, bahkan membantu adiknya belajar.

Anak itu, sebut saja Frans, dulu sering dianggap “caper” oleh teman-temannya karena suka bicara nyeleneh di kelas. Ia juga malas belajar dan sering mendapat nilai buruk.

Namun sejak belajar di kelas saya, ada hal menarik darinya. Perkataan-perkataan absurdnya ternyata lahir dari rasa ingin tahu yang besar dan informasi yang belum terverifikasi. Pernah ia menyeletuk lantang, “Buat apa sih ngerjain soal banyak begini? Sekolah ini kan scam.”

Saya tidak marah. Saya tahu ia meniru ucapan seorang influencer, Timothy Ronald. Alih-alih menegur, saya menjelaskan sejarah pendidikan modern. Ternyata Frans dan teman-temannya antusias mendengarkan, seolah mendapat pencerahan baru.

Sejak itu, saya membuat sesi tanya jawab setiap Jumat. Pertanyaan mengalir deras, termasuk dari Frans. Saya senang melihat mereka kritis dan tajam mengamati fenomena sekitar.

Hasilnya luar biasa: semangat belajar meningkat, nilai rata-rata kelas naik. Frans yang dulu membuat ibunya kesal, kini berubah menjadi anak yang bertanggung jawab dan rajin.

Apa rahasianya? Anak-anak ternyata butuh didengar. Mereka ingin telinga kita terbuka untuk pertanyaan dan keluh kesahnya. Di akhir sesi, saya selalu memberi pesan singkat:

“Hari ini ilmu kalian bertambah. Tapi tidak ada gunanya jika semakin tahu, namun tidak berubah lebih baik. Esok harus lebih baik dari hari ini. Ilmu yang kalian pelajari seharusnya membentuk pribadi yang lebih baik.”

Saya juga menambahkan, “Jika gurumu mau mendengarkanmu, maka kamu pun dengarkanlah nasehat orangtua dan guru. Mereka selalu ingin yang terbaik bagi kalian.”

Kembali ke hari pembagian rapor. Frans dan ibunya menerimanya dengan bangga. Sang ibu tersenyum manis, bukan lagi mengomel.

Frans berkata, “Terima kasih Pak, sudah mau mendengarkan saya. Walau jawaban saya sering salah, Bapak tetap memberi kesempatan. Kata-kata Bapak selalu jadi motivasi.”

Saya menjawab, “Kamulah yang berhasil mengubah dirimu sendiri. Tanpa niatmu, perubahan itu tidak mungkin terjadi.”

Itulah kisah berkesan bagi saya:

  • Saat mendengarkan, ruang kelas menjadi lebih tenang.

  • Saat memahami, lahirlah perubahan.

  • Saat berdialog, terbuka jalan menuju kemajuan pembelajaran.


Sehari Menjadi Sahabat Alam di POLINELA!

Petualangan Seru Kelas 2 SD Fransiskus 2:

​Halo teman-teman! Hari ini, Jumat, 13 Februari 2026, menjadi hari yang sangat spesial untuk kami, siswa-siswi Grade 2 SD Fransiskus 2. Kenapa? Karena kami baru saja kembali dari perjalanan field trip yang sangat seru ke Politeknik Negeri Lampung (POLINELA)!

​Mau tahu bagaimana keseruan kami di sana? Yuk, simak ceritanya!

1. Semangat Berangkat!

​Pagi-pagi sekali, wajah-wajah ceria sudah berkumpul di sekolah. Dengan seragam olahraga dan tas bekal yang siap, kami tidak sabar untuk segera naik bus. Perjalanan menuju POLINELA penuh dengan tawa dan nyanyian bersama teman-teman [00:00].

2. Mengenal Dunia Pertanian dan Peternakan

​Sesampainya di sana, kami disambut dengan udara yang segar dan pemandangan hijau yang luas. Di POLINELA, kami belajar banyak hal yang tidak ada di dalam kelas:

  • Melihat Kebun yang Luas: Kami berkeliling melihat berbagai macam tanaman. Sangat asyik bisa melihat langsung bagaimana sayuran dan buah-buahan tumbuh dengan subur [01:59].
  • Bertemu Hewan Ternak: Salah satu bagian yang paling kami sukai adalah saat melihat hewan ternak. Ada sapi dan kambing yang lucu-lucu! Kami belajar tentang apa makanan mereka dan bagaimana cara merawatnya [04:07].

3. Belajar Sambil Bermain

​Bukan field trip namanya kalau tidak ada permainan. Kakak-kakak di POLINELA mengajak kami melakukan berbagai aktivitas luar ruangan yang melatih ketangkasan dan kerja sama tim. Kami berlarian, melompat, dan tertawa lepas di bawah sinar matahari [05:36].

4. Makan Siang dan Kebersamaan

​Setelah lelah berkeliling, saatnya makan siang! Duduk bersama teman-teman sambil menikmati bekal dari rumah rasanya nikmat sekali. Momen ini membuat kami semakin akrab satu sama lain.

Kesimpulan: Pulang dengan Hati Senang

​Waktu berjalan begitu cepat. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan [06:47]. Meskipun lelah, kami pulang dengan membawa banyak pengetahuan baru tentang alam dan tentu saja kenangan indah yang tidak akan terlupakan.

​Terima kasih POLINELA dan Bapak/Ibu guru SD Fransiskus 2 yang sudah menemani petualangan kami hari ini. Sampai jumpa di field trip berikutnya!

Video selengkapnya bisa ditonton di sini: FIELDTRIP GRADE 2 - SD FRANSISKUS 2 - POLINELA





 

Petualangan Seru ke Batik Gabovira 🎨✨




Hari itu, tanggal 4 Februari 2026, anak-anak kelas 6 SD Fransiskus 2 Rawalaut berangkat bersama-sama untuk sebuah perjalanan istimewa. Mereka tidak belajar di kelas seperti biasanya, melainkan pergi fieldtrip ke sebuah tempat yang penuh warna dan budaya: Batik Gabovira!

Awal Perjalanan 🚍

Pagi-pagi sekali, semua siswa berkumpul dengan wajah ceria. Ada yang membawa bekal, ada yang sibuk bercanda dengan teman, dan ada juga yang tak sabar ingin segera melihat apa itu batik. Setelah doa bersama, mereka naik bus dan berangkat.

Mengenal Batik 🖌️

Sesampainya di Batik Gabovira, anak-anak disambut hangat oleh para pengrajin batik. Mereka menjelaskan bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi warisan budaya Indonesia yang penuh makna. Setiap motif batik punya cerita, seperti bunga, burung, atau bentuk alam.



Belajar Membatik 👩‍🎨👨‍🎨

Inilah bagian paling seru! Anak-anak diberi kesempatan mencoba membatik sendiri. Dengan canting berisi malam panas, mereka menggambar pola di kain putih. Ada yang membuat bunga sederhana, ada yang mencoba motif geometris. Walau tangan sempat gemetar, hasilnya tetap indah dan membanggakan.

Pelajaran Berharga 💡

Dari fieldtrip ini, anak-anak belajar bahwa membatik butuh kesabaran, ketelitian, dan kreativitas. Mereka juga jadi lebih menghargai budaya Indonesia. Banyak yang berkata, “Wah, ternyata bikin batik itu susah tapi menyenangkan!”



Penutup 🌟

Hari itu ditutup dengan foto bersama sambil memamerkan kain batik buatan masing-masing. Semua pulang dengan hati gembira, membawa pengalaman baru yang tak terlupakan.

Yuk, Ikutan Seru-seruan! 🎉

🧠 Tantangan Kreatif:  

Coba kamu gambar motif batik sederhana di kertasmu! Bisa bentuk bunga, awan, atau hewan favoritmu. Jangan lupa beri warna ya!

📚 Fakta Seru:  

Tahukah kamu? Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2009!

💬 Pertanyaan Buat Kamu:  

Kalau kamu ikut fieldtrip seperti ini, motif batik apa yang ingin kamu buat? Ceritakan ke temanmu atau tulis di buku harianmu!

---.