Beranda

Pembinaan Kerohanian dan Kepribadian

 


Hai, anak-anak! Pernahkah kalian merasa bahagia saat mendapatkan harapan baru? Harapan itu seperti sinar matahari setelah hujan—membuat hati kita hangat dan penuh semangat!

Dalam video ini, bersama RD. Michael Nopen Saputro, Pastur Paroki Ratu Damai Teluk Betung, kalian akan melihat perjalanan yang penuh makna. Ada momen-momen istimewa di mana kita belajar tentang kehidupan, berbagi cerita, dan semakin mengenal diri sendiri. Seperti saat kita berziarah, melihat keindahan tempat-tempat baru, dan menemukan kebahagiaan dalam kebersamaan.

Ayo, kita tonton videonya bersama! Apa harapan terbesar yang kalian miliki? Setelah menonton, coba pikirkan apa yang ingin kalian capai dan bagaimana harapan bisa membantu kalian mewujudkannya!

Belajar di Kampus Itera

Ada apa ya, kok anak-anak ke kampus? Anak-anak kelas 3 itu melakukan kunjungan lapangan yang sangat menyenangkan ke Kampus Itera (Institut Teknologi Sumatera)!

Mereka naik angkot Pahoman yang dicarter khusus untuk mereka, dan selama perjalanan, mereka pasti sangat bersemangat untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru.

Di kampus Itera, mereka belajar tentang tanaman, tata surya, dan mencoba teropong untuk melihat lebih dekat ke langit. Mereka juga melakukan kegiatan lainnya yang pasti sangat menarik dan edukatif.

Kunjungan lapangan seperti ini sangat penting untuk anak-anak, karena mereka dapat belajar secara langsung dan mengeksplorasi hal-hal baru dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, kunjungan ini juga dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka tentang sains, teknologi, dan lingkungan sekitar.

“Petualangan Seru di Pizza Hut: Belajar Sambil Bersenang-Senang!”

Pada hari Kamis, 20 Februari 2025 merupakan salah satu hari yang  istimewa bagi anak-anak kelas 1 SD Fransiskus 2! Mereka memiliki kesempatan untuk belajar di luar kelas dengan melakukan fieldtrip ke Pizza Hut, Jl.R.Intan Bandar lampung. Ini bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dimana mereka bisa melihat langsung bagaimana pizza dibuat, berinteraksi dengan staf, dan menikmati hasil karya mereka sendiri. Aktivitas ini memberikan mereka kesempatan untuk belajar sambil bersenang-senang, menjadikan hari itu penuh keceriaan dan pengetahuan baru. 
Mari kita lihat lebih dekat apa saja yang mereka lakukan dan pelajari selama kegiatan tersebut!


beberapa hal yang membuat anak-anak senang saat melakukan fieldtrip di Pizza Hut antara lain: 

  • Pengalaman Praktis: Anak-anak dapat langsung menyaksikan seluruh proses pembuatan pizza, mulai dari adonan hingga memanggang. Ini memberikan mereka pengalaman praktis yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif.
  • Interaksi: Mereka berkesempatan untuk berinteraksi dengan staf Pizza Hut yang ramah dan profesional. Pengalaman ini memberikan wawasan tentang dunia kerja di industri makanan, yang dapat menjadi inspirasi bagi mereka di masa depan.
  • Aktivitas Bersama: Dari menikmati es krim hingga membuat pizza dan membawa hasil kreasi mereka pulang, setiap momen ini menjadi pengalaman sosial yang positif. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di antara mereka.
  • Tempat yang Menarik: Suasana restoran yang ceria dan penuh warna membuat anak-anak merasa gembira. Lingkungan yang ramah anak ini dapat meningkatkan antusiasme mereka untuk belajar dan bermain.
  • Belajar dan Berkreasi: Field trip ini juga merupakan kesempatan untuk mengenalkan anak-anak pada pentingnya makanan sehat dan pemilihan bahan makanan yang berkualitas. Mereka bisa langsung merasakan tekstur dan warna bahan makanan, serta mengembangkan kreativitas melalui kegiatan mewarnai yang imajinatif
Kegiatan seperti ini bisa sangat berkesan dan mendidik bagi anak-anak, memberikan mereka kenangan indah serta pengetahuan baru!



Menari dan Menari

Hai! Kamu tahu nggak, kalau menari itu ternyata sangat menyenangkan dan bermanfaat?

Mungkin kalian bertanya-tanya, mengapa kegiatan ekstrakurikuler menari selalu ada di sekolah kita Fransipa (Fransiskus Pahoman) , sejak masih SD Xavepa (Xaverius Pahoman) atau sejak zaman mama-papa kita hingga sekarang? Jawabannya sederhana, tetapi sangat menarik! Menari bukan hanya sekadar hiburan; ia adalah cara yang luar biasa untuk melatih tubuh, otak, dan mental kita. Melalui gerakan-gerakan yang penuh dengan koordinasi antara pikiran, perasaan, dan tubuh, menari menjadi salah satu latihan terbaik yang bisa kita pilih. Yuk, kita pelajari lebih lanjut tentang keajaiban menari dan mengapa kegiatan ini selalu bertahan di setiap generasi!

Pertama-tama, coba bayangkan ini: ada banyak jenis tarian di seluruh dunia. Ada tarian tradisional seperti Tari Saman dari Aceh, atau tarian modern seperti hip-hop. Setiap tarian punya cerita dan gerakan yang unik!

Mengapa Menari itu Hebat?

  • Latihan Fisik: Menari itu seperti olahraga, tapi lebih seru! Kamu bisa bergerak dan melompat, sehingga tubuhmu menjadi lebih kuat dan sehat.

  • Latihan Otak: Menghafal gerakan tari juga bagus untuk otakmu. Itu seperti bermain puzzle, tapi dengan tubuhmu!

  • Latihan Mental: Menari membuatmu merasa lebih bahagia dan percaya diri. Kamu juga bisa mengekspresikan perasaanmu melalui tarian.

  • Koordinasi: Menari membutuhkan kerjasama antara pikiran, perasaan, dan badanmu. Ini melatihmu untuk bisa mengendalikan diri dengan lebih baik.

Ayo Tetap Semangat!

  • Coba Jenis Tarian yang Berbeda: Kalau merasa bosan, coba belajar tarian baru. Kamu bisa menemukan banyak gaya yang menyenangkan.

  • Ajak Teman: Menari bersama teman-teman akan membuat pengalamanmu lebih seru. Kamu bisa saling mendukung dan belajar bersama.

  • Jangan Takut Gagal: Jangan khawatir kalau gerakanmu belum sempurna. Yang penting adalah kamu terus mencoba dan menikmati prosesnya.

PERSAMI CAKAP - SD Fransiskus 2 - Sabtu-Minggu 28-29 September 2024

Pengalaman Tak Terlupakan di Perkemahan Pramuka

Hai, teman-teman! Aku baru saja mengikuti perkemahan Pramuka Penggalang yang super seru! Acara perkemahan di kebun SMA Fransiskus Bandar lampung ini memberikan banyak pengalaman berkesan, mulai dari tampil di depan ratusan orang, tidur di tenda pertama kali, sampai antre mandi, antre makan pagi-sore yang seru banget! Yuk, simak ceritaku!

Hari Pertama  Tidur di Tenda
Begitu sampai di lokasi perkemahan, kami langsung disuruh menuju tenda. Awalnya kukira semudah pasang sleeping bag, tapi ternyata ribet! Anggota reguku ada yang salah tempat, pasti bingung karena tendanya sudah penuh sampai-sampai tendanya miring seperti mau roboh. Setelah berjuang mencari ternyata tendanya tidak jauh berada disebelahnya hanya beberapa meter saja, akhirnya regu kami siap tepat waktu di tenda—meski dalamnya sempit banget untuk delapan orang, beruntungnya kami sudah dibantu lebih  dahulu oleh pembina sehingga tidak perlu mendirikan tenda, karena kami memang belum mampu sendiri mengingat ini perkemahan kami pertama!

Malam pertama tidur di tenda? Gokil banget! Aku kedinginan karena lupa bawa matras tebal, dan sleeping bag-ku tipis. Belum lagi teman sebangkuku mendengkur keras seperti mesin traktor! Awalnya aku susah tidur, tapi lama-lama tertidur juga karena lelah setelah seharian aktivitas.Para pembina beberapa kali menghampiri tenda kami karena kami keasyikkan ngobrol dan tidak tidur-tidur.

Persiapan Tampil: Latihan Kilat & Kostum Dadakan
Bagian lainnya yang mengesan  kami dikasih tugas untuk tampil dari tepuk, yel juga pentas budaya. Reguku memilih  sebuah tampilan tradional karena kakak pembina bilang membuat energik dan gembira dan seru. Masalahnya? Waktu latihan cuma sehari! beruntunglah semua itu dapat ikut menghibur dan memeriahkan suasan api unggun.

Kami latihan di lapangan juga kebun karakter Fransiskus yang luas. Awalnya kupikir kami bakalan terjemur di bawah terik tetapi disana banyak pepohonan yang bikin asri suasana tapi teman-temanku saling mengingatkan. supaya aku mengoleskan anti nyamuk biar tidak digigit nyamuk tapi sayang aku tidak membawa dan yang lebih untung hari itu nyamuk-nyamuk tidak ada yang mendekat selama mengikuti acara dari pos satu ke pos berikutnya hingga pos yang terakhir, ada juga yang kakinya kejentus karena  terlalu semangat. Kami ketawa-ketiwi sendiri, tapi akhirnya mulai kompak juga.

Banyak hal yang kami rasakan dari pos ke pos selalu membutuhkan kekompakkan dan kreativitas dari setiap regu yang mengikuti perkemahan.

Momen Menegangkan: Tampil di Depan Ratusan Para Penonton
Saat hari-H tiba, degup jantungku kayak drum band! Kami masuk ke panggun ingkaran dengan lampu semua mata seolah terarah pada kami, walau tidak sendiri sejujurnya saya berasa grogi juga waktu mendapat giliran tampil.

Begitu musik mengalun, kami mulai bergerak. Awalnya sempat ada yang lupa gerakan, tapi karena saling lihat, akhirnya bisa nyambung lagi. Sorak-sorai penonton bikin semangat kami membara! Pas gerakan putaran terakhir, kami kompak banget, dan tepuk tangan riuh memenuhi lapangan. Leganya bukan main!

Hidup di Perkemahan: Antre MCK, Makan di Alam, & Drama Seru
Selain tampil bersam regu, hidup di perkemahan itu ujian kesabaran sejati!

Antrean MCK Panjang Banget – Setiap pagi, antrian mandi mengular. Airnya dinginnya bikin merinding! Ada yang teriak-teriak pas guyuran pertama kena badan, sampai semua orang ketawa.

Makan di Lapangan atau di tenda rame-rame; Nasinya, sayur dan lauk apa pun adanya kami ganyang tanpa ragu, semua tentunya karena lapar, ya dimakan juga tidak semanja di rumah suka maunya ini dan itu. Temanku sampai bilang, "Ini nasi gratis bonus mineral alami!", sambil melahap dengan semangatnya sampai habis bis bis.

Atur Pakaian Berantakan ; Karena tas jadi tidak cukup ini yang bikin bingung, baju kotornya nyampur sama yang bersih. Jadi mikir bagaimana kok kemarin dari rumah bisa cukup sekarang kenapa nggak cukup ya?Akhirnya, aku kemas sebisanya dan pasti di rumahbakalan dikomen!

Meski awalnya kaget dengan kerasnya hidup di perkemahan, ternyata seru banget! Aku belajar kerja sama, berani tampil, dan survive tanpa gadget. Yang paling berkesan tentu saat tampil—awalnya gugup, tapi karena dukungan teman-teman, semua jadi mungkin.

Buah tangan terbaik dari perkemahan ini? Kenangan lucu, pertemanan yang makin erat, dan... baju kotor yang numpuk di tas!

Sampai jumpa di perkemahan berikutnya! Salam Pramuka!

Penggalang Fransipa



Prestasi Wushu Teman Kita



Kami mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada Gabriel Leticia Dominic Teja dan Vionetta Evelline Wyne atas pencapaian luar biasa di dunia wushu. Dengan dedikasi, ketekunan, dan semangat yang tak pernah padam, Leti dan Vio telah menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Setiap gerakan yang dilakukan dengan keindahan dan kekuatan, setiap tendangan yang dilancarkan dengan kecepatan dan presisi, telah membuktikan bahwa Leti dan Vio  bukan hanya seorang atlet, tetapi juga seorang seniman bela diri yang sejati. Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi banyak anak lain untuk mengejar mimpi dan mengasah bakat mereka. Teruslah berlatih, teruslah berkembang, dan teruslah menjadi contoh keunggulan dalam wushu. Kami semua bangga denganmu, Leti dan Vio , dan bersemangat untuk melihat lebih banyak lagi pencapaianmu di masa depan.


 

Wushu, seni bela diri yang menggabungkan kekuatan fisik dan mental, merupakan pilihan yang luar biasa untuk anak-anak. Dengan latihan yang dimulai sejak usia dini, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan seperti keseimbangan, koordinasi, dan refleks yang sangat penting bagi pertumbuhan mereka. Di Indonesia, kejuaraan wushu untuk anak-anak tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepercayaan diri. Kejuaraan seperti World Junior Wushu Championships yang diadakan di Indonesia menawarkan kesempatan bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan mereka di panggung internasional, mengasah keberanian dan ketangkasan mereka dalam seni bela diri yang indah ini. Melalui wushu, anak-anak belajar untuk mengatasi kekerasan dengan kelembutan dan kekuatan dengan kecerdikan, filosofi yang membawa manfaat jauh melampaui dojo dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Wushu adalah seni bela diri yang menekankan pada kelenturan, kecepatan, dan keindahan gerakan, menjadikannya pilihan yang cocok untuk anak-anak. Mulai dari usia 5 tahun, anak-anak dapat memulai pelatihan wushu, memanfaatkan masa di mana otot mereka masih lentur dan pikiran mereka terbuka untuk belajar gerakan baru. Beberapa jenis wushu yang cocok untuk anak-anak termasuk Tai Chi, yang mengutamakan gerakan lambat dan terkontrol, membantu anak-anak mengembangkan keseimbangan dan koordinasi. Ada juga Changquan, yang menampilkan gerakan yang lebih dinamis dan ekspresif, cocok untuk anak-anak yang memiliki energi berlebih dan ingin mengekspresikan diri melalui gerakan yang energik. Selain itu, Nanquan dikenal dengan gerakan yang lebih tegas dan kuat, yang dapat membantu membangun kekuatan fisik serta disiplin mental pada anak-anak. Wushu tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga pernapasan yang benar, kontrol pikiran, dan filosofi hidup yang positif, mendidik anak-anak untuk menghadapi tantangan dengan kelembutan dan kecerdikan.

Memilih sekolah wushu yang tepat untuk anak-anak adalah langkah penting dalam mendukung perkembangan mereka dalam seni bela diri ini. Pertama, lakukan riset mendalam tentang sekolah-sekolah wushu yang ada di sekitar Anda. Cari tahu tentang reputasi pelatih, kurikulum yang ditawarkan, dan umpan balik dari orang tua lainnya. Pastikan sekolah tersebut memiliki program yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak Anda. Kedua, pertimbangkan lokasi sekolah; memilih sekolah yang dekat dengan rumah dapat mengurangi kelelahan anak karena perjalanan dan memberi mereka lebih banyak waktu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas lain. Ketiga, perhatikan fasilitas yang disediakan sekolah. Ruang latihan yang aman dan peralatan yang memadai sangat penting untuk memastikan pengalaman belajar yang baik dan menghindari cedera. Keempat, nilai filosofi sekolah tersebut. Sekolah wushu yang baik tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga mengembangkan karakter, disiplin, dan rasa hormat. Akhirnya, jangan ragu untuk mengunjungi sekolah, mengamati kelas yang sedang berlangsung, dan berbicara dengan pelatih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mereka mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, Anda akan dapat menemukan sekolah wushu yang dapat mendukung pertumbuhan dan pembelajaran anak Anda.